|
Jakarta, 21 Januari 2012 Capaian target Millennium Development Goals semakin mendekati tenggat waktunya di tahun 2015. Oleh karenanya, Kantor Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk MDGs menyelenggarakan Indonesia Millennium Development Goals Awards 2011 (IMA 2011) bertema “Beraksi untuk Negeri”.
Salah satu anggota dewan juri IMA 2011 adalah Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), Kemenkes RI Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE. Anggota dewan juri IMA 2011 lainnya adalah Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi; Wakil Menteri Pertanian dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Dr. Rusman Heriawan; Ketua Yayasan Inovasi Pemerintah Daerah (YIPD) Dr. Erna Witoelar; Redaktur Senior Kompas Dr. Ninok Leksono; Indonesia Country Director World Food Programme (WFP) Coco Ushiyama; Direktur Pemberitaan Metro TV Suryopratomo; Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) Dr. Nafsiah Mboi SpA, MPH; Kepala Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Dr. Sonny Harry B Harmadi; dan Prof. Dr. Fasli Jalal.
|
|
Bandung, 19 Januari 2012
Beberapa vektor, seperti nyamuk, lalat, kecoa, hewan pengerat (rodentia) dengan pinjalnya, harus dikendalikan, karena berhubungan dengan penyakit malaria, demam berdarah dengue (DBD), infeksi saluran cerna, chikungunya, leptospirosis, dan lain-lain.
Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (PP dan PL) Kemenkes RI, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE saat membuka Rapat Kerja Nasional DPP Asosiasi Perusahaan Pengendali Hama Indonesia (ASPPHAMI), di Bandung (19/01/12).
|
|
Jakarta, 20 Januari 2012 Selama ini, faktor risiko flu burung diidentifikasi berasal dari unggas yang mati, dari lingkungan yang tercemar, dan beberapa risiko yang belum diketahui. Karena itu, perhatian berbagai Kementerian juga Pemerintah Daerah diarahkan kepada program pencegahan. Upaya respon berupa tindakan pencegahan dan penanggulangan flu burung tersebut, antara lain surveilans untuk deteksi dini dan investigasi kasus flu burung; sosialisasi pencegahan flu burung kepada masyarakat dan industri perunggasan; peningkatan biosecurity pada pemilik unggas; respon pengobatan di Rumah Sakit Rujukan; pemberian tindakan profilaktif kepada orang yang kontak dengan korban meninggal dengan obat antiviral oseltamivir; dan pemberdayaan masyarakat.
Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, HR Agung Laksono, didampingi Menteri Kesehatan, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH saat memberikan keterangan kepada sejumlah pers usai melaksanakan Rapat Koordinasi Tingkat Menteri yang membahas Tren Perkembangan Flu Burung dan Faktor Risiko dalam Penanganan Korban Flu Burung, Jakarta (20/01/2012).
|
|
Jakarta, 20 Januari 2012 Saat ini Kementerian Kesehatan RI tengah bekerja kerasdalam memenuhi visinya mewujudkan masyarakat sehat yang mandiri dalam suatu sistem kesehatan yang adil dan merata. Pemerintah Indonesia menyambut baik kerjasama lintas sektor pemerintah maupun organisasi non-pemerintah dalam membangun derajat kesehatan masyarakat. ”Kami sampaikan apresiasi kepada ASEAN Foundation yang mendukung visi tersebut. Kami pun terbuka terhadap terobosan maupun ide-ide dalam usaha mencari solusi yang terbaik untuk menangani masalah kesehatan. Hingga saat ini, Kemenkes dan ASEAN Foundation sedang menjalani sebuah proyek untuk mengendalikan penyakit yang dianggap terlupakan,” kata Menkes dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH pada saat menghadiri HUT ke-14 ASEAN Foundation, di Jakarta (20/1).
|
|
Jakarta,18 Januari 2012 Kementerian Kesehatan RI, melalui Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan mengumumkan satu kasus baru H5N1 yang telah dikonfirmasi oleh Pusat Biomedis dan Teknologi dasar Kesehatan, Badan Litbang Kesehatan.
Kasus atas nama AS (perempuan, 5 tahun) warga Tanjung Priok, Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta. AS ditemukan tim surveilans saat melakukan investigasi di wilayah tersebut pada 7 Januari 2012. Ia mengalami gejala demam sejak sehari sebelumnya dan dirujuk ke RSUP Persahabatan. AS langsung mendapatkan perawatan intensif di ruang isolasi, sesuai dengan tata laksana pemeriksaan suspect flu burung.
|
|
Jakarta, 18 Januari 2011
Masalah gizi tidak hanya terjadi di Indonesia saja, tetapi mencakup sebagian besar belahan dunia, sehingga masalah ini disebut sebagai masalah global. PBB menyerukan agar pendekatan perbaikan gizi di setiap negara harus terbukti cost effective, mengedepankan kerjasama lintas sektor baik pemerintah maupun non pemerintah, dan memfokuskan intervensi 1.000 hari pertama kehidupan, yaitu selama janin dalam kandungan sampai berusia 2 tahun.
Demikian sambutan Menkes, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH, saat menyampaikan Keynote Speech ‘Seminar Nasional Pangan dan Gizi tahun 2012’ yang diselenggarakan organisasi Pergizi, di Jakarta (18/1). Seminar ini diselenggarakan sebagai rangkaian peringatan Hari Gizi Sedunia dan Hari Gizi Nasional tanggal 25 Januari. Turut hadir pada acara tersebut, Pejabat dari Kementerian Pertanian, Pejabat dari Kementerian Perindustrian, Ketua Organisasi Profesi, Pimpinan Perguruan Tinggi dan Mahasiswa.
|
|
|